Bahasa Embun

Postingan Menarik Terbaru

Menu
  • Travel
  • Tekno
  • Kesehatan
  • Otomotif
  • Gaya
  • Kulkas
  • Bisnis
  • Finance
Menu

Ritual Mandik Pusake, Memandikan Keris yang Lestari di Lombok Barat Tiap 1 Suro

Posted on Agustus 8, 2022 by admin

Masyarakat Lombok Barat menggelar malam ritual Mandik Pusake, yakni ritual yang digelar memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram atau 1 Suro.

Acara itu diadakan di Gedeng Gerung Perigi, Gerung, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat pada Sabtu, 6 Agustus 2022.

Ritual Mandik Pusake adalah ritual tahunan yang biasanya diadakan pada awal bulan pertama dalam kalender Hijriyah.

Para pemilik keris berkumpul untuk memandikan pusaka mereka..

“Ritual ini sesungguhnya untuk memelihara nyawa, memelihara jiwa, dalam konteks agama islam itu adalah silaturahmi,” kata Sajim Sastrawan, biasa disapa Miq Sajim, tokoh budaya Lombok Barat, saat ditemui di acara ritual itu.

Menurut Miq Sajim, dulu keris identik dengan senjata untuk bertarung atau berperang.

Karenanya, ritual memandikannya pun digelar secara khusus.

Kini, prosesi Mandik Keris yang tetap diadakan itu ditujukan untuk mendekatkan kekerabatan dan melestarikan budaya adiluhung.

Pada ritual Mandik Pusake ini, para pemilik keris dari seluruh penjuru Lombok datang ke tempat yang sudah ditentukan untuk berkumpul membawa keris masing-masing.

Mereka akan bergiliran menunggu satu per satu keris dimandikan oleh tokoh adat yang sudah terpilih.

Ritual juga diiringi oleh pembacaan lontar atau paos, yakni bacaan yang tertulis pada daun lontar bertuliskan huruf Sansekerta yang mengandung nilai-nilai moral yang tinggi.

Miq Sajim mengatakan, keris biasanya dimandikan dengan air yang telah dicampur tujuh jenis bunga setaman.

Setidaknya harus ada tiga jenis bunga yaitu bunga cempake, sandat dan mawar.

‘’Bunga itu tidak boleh tidak ada dalam prosesi ini, karena mencari tujuh jenis itu sangat sulit,” ujar pria yang juga seorang tokoh politik ini.

Makna lain dari ritual ini juga wujud kecintaan terhadap kebudayaan yang telah diturunkan oleh nenek moyang dan memastikan nilai-nilai sosial budaya masih melekat pada diri masyarakat.

“Keris-keris ini kan barang bagus.

Untuk memeliharanya itu jangan hanya disimpan dalam sarungnya saja, perlu kita buka paling tidak setahun sekali untuk memastikannya masih utuh, dan kalau ada kotor maka perlu dibersihkan,” ucapnya.

Dari ritual ini juga, keris-keris dari seluruh Lombok bisa diinventarisasi dan lebih mudah untuk melacak keberadaannya di waktu mendatang.

“Kita catat satu per satu, namanya dan asalnya.

Jadi tahun depan bisa kita cek lagi mana yang tidak ada, dan lebih mudah kita mengetahui keberadaan keris-keris ini,” katanya.

Awalnya, Miq Sajim mengadakan ritual ini dalam skala kecil.

Namun seiring waktu, antusias pecinta budaya terutama pecinta keris semakin tinggi, dan sampai saat ini dalam sekali ritual bisa terkumpul ratusan keris untuk dimandikan.

Melihat antusias masyarakat atas Ritual Mandik Pusake ini sangat tinggi, dan mendatangkan peserta dari seluruh pulau Lombok, ia berharap prosesi ini bisa didukung pemerintah.

Ritual ini bisa menjadi salah satu kegiatan pariwisata yang bisa disaksikan semua orang.

Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat M.

Fajar Taufik melihat ritual ini sebagai ajang edukasi kepada masyarakat agar mencintai budaya lokal di Lombok.

“Keris sebagai warisan budaya nasional yang telah diakui dunia, didorong menjadi bagian dari ekonomi kreatif sehingga harus dilestarikan,” ujarnya.

SUPRIYANTHO KHAFID

Category: Travel

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos-pos Terbaru

  • Model Cardigan Wanita dengan Desain Eksklusif yang Sedang Tren
  • Cara Membatasi Pengguna WiFi IndiHome untuk Kecepatan dan Keamanan Optimal
  • Kecepatan 10 Mbps untuk Berapa Orang? Panduan Lengkap Sebelum Berlangganan Internet Rumah
  • Cara Memilih Bank Untuk Transaksi Reksadana – Bank Sinarmas
  • Asuransi Kesehatan Online dari I Love Life Menawarkan Perlindungan Lengkap dan Praktis

Kategori

  • Bisnis
  • Finance
  • Gaya
  • Kesehatan
  • Kulkas
  • Otomotif
  • Tekno
  • Travel
  • Uncategorized

Laman

  • About Us
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Arsip

  • Januari 2026
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • April 2025
  • Maret 2025
  • Februari 2025
  • Desember 2024
  • November 2024
  • Oktober 2024
  • September 2024
  • Agustus 2024
  • Juli 2024
  • Juni 2024
  • Mei 2024
  • April 2024
  • Maret 2024
  • Februari 2024
  • Januari 2024
  • Desember 2023
  • November 2023
  • Oktober 2023
  • September 2023
  • Agustus 2023
  • Juli 2023
  • Juni 2023
  • Mei 2023
  • April 2023
  • Maret 2023
  • Februari 2023
  • Januari 2023
  • Desember 2022
  • September 2022
  • Agustus 2022
  • Juli 2022
Tulisan Indah Mobil Selera Sia Otomotif Mata Radar Denting Jemari Kutipan Wisata Simak Makna Digital Saya Kain Tekhnologi Lentera Opini
Diskusi Bisnis Piring Suara Wisata Tekhno Portal Viral Jarum Pakaian
Jejak Sehat Bahasa Rambut Nada Herbal Kalimat Mobil Lembah Jaringan Adek Makan Punya Gaya Sastra Bisnis Cerita Kota Tujuan Media
© 2026 Bahasa Embun | Powered by Minimalist Blog WordPress Theme